Kamis, 05 Mei 2011

Fragmentari Angkat Kisah Taman Sukasada Ujung

05 / 05 / 2011     http://rgsfmradio.blogspot.com

SUKASADA ING RAT
Fragmentari Angkat Kisah Taman Sukasada Ujung


Amlapura - Pesona Taman Sukasada Ujung Karangasem makin menunjukkan taksunya. Usai berhasil direstorasi atas bantuan Bank Dunia, Taman ujung tercatat sukses mendukung berbagai event spektakuler baik bertaraf regional maupun nasional. Agenda kunjungan sejumlah Menteri juga sukses dihelat di Taman Penglila Cita Raja Karangasem dalam menerima tamu-tamu kenegaraan tempo dulu. Kini kisah sejarah aura eksotisme Taman Ujung dengan segala potensi budayanya, dibangkitkan kembali dalam wujud tari krerasi baru Fragmentari bertajuk Sukasada Ing Rat diprakarsai dan digarap oleh seniman I Gede Gusman Adigunawan, S.Sn, yang dipentaskan (4-5-2011) di areal Taman Sukasada Ujung Karangasem dengan mengambil seting senja dan malam hari.


Menurut Pemrakarsa I Gede Gusman Adigunawan , S.Sn, pementasan fragmentari dengan menganbil seting audiovisual Taman Sukasada Ujung Karangasem sudah digagas sejak tahun 2009, namun baru saat ini berhasil diwujudkan. Panorama TSU yang begitu memikat banyak orang yang melihatnya, disebabkan posisi Nyegara Gunung dimana lokasi yang terkait dengan laut, persawahan, bukit dan lembah serta memiliki aspek kesejarahan terkait Raja Karangasem terakhir Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem yang memerintah dari tahun 1909 hiungga 1945. Disamping itu aura taksu taman ujung juga dikentalkan dengan adanya mitos Kolam Dirah yang menjadi tempat menghukum bagi yang bersalah melanggar bisama raja. 

Dikatakan Gusman, karya Fragmentari melibatkan 40 personil seniman dengan menonjolkan nuansa malam yang artistik dengan cahaya puluhan lampu lilin diatas kolam dan diseantero taman, sehingga panoramanya memukau bagi yang memandangnya. Seting tarian eksotis diatas kolam yang menggunakan media rakit diberinama Tari Tunjung, mengisahkan pesona taman air TSU yang memikat wisatawan dengan pesona bunga tunjung. Cerita dengan inti kelebihan daya tarik TSU dalam memberikan kesenangan, terpancar dari keindahan taman, budaya arsitekturnya yang dahulu digunakan raja untuk Jamuan Makan bagi tamu manca negara dengan menampilkan Tari Legong. Sejumlah refrensi yang dirujuk dalam menciptakan karya tersebut antara lain Buku Sekelumit Sejarah Karangasem, Buku-Buku produksi Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem serta digali dari Narasumber sesepuh Puri Karangasem Anak Agung Gede Putra. 

Kepala Dinas Pariwisata Kab. Karangasem I Wayan Purna S.Sos mengatakan, menyambut positif karya seni berupa penciptaan tari Fragmentari berjudul Sukasada Ing Rat, yang mengisahkan riwayat Raja Karangasem dalam membangun Taman Sukasada Ujoeng. Dengan adaya media tarian tersebut sekaligus menjadi media promosi bagi ODTW Taman Sukasada Ujung, sebagai salah satu obyek wisata ternama di Karangasem, selain Tirtagangga, Besakih, Cadidasa dsb. Ia mengajak semua seniman Karangasem lebih kreatif menciptakan karya-karya seni yang terkait dengan potensi budaya Karangasem, sehingga mampu mengangkat citra Karangasem yang mengusung visi Pembangunan berbasis budaya.

Pementasan Fragmentari Sukasada Ing Rat dihadiri sejumlah seniman dan Pimpinan Instansi terkait serta disaksikan masyaraklat sekitar.

Tidak ada komentar: